Selasa, 28 Maret 2017

Jatiwangi RPP K-13 xii Konflik Sosial


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan                : SMA Negeri 1 Jatiwangi
Mata Pelajaran:                     :Sosiologi
Kelas/Semester                     :XI/1
Materi Pokok                        : Konflik Sosial
Alokasi Waktu                      : 1x 20 menit

A.     Kompetensi Inti
KI-1         : menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI-2         : menghayati dan mengamalkan pelaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, (gotong royong, kerja sama, toleran, cinta damai), santun, responsive dan proaktif, dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI-3         : memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan teknologi seni budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, keanekaragaman, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI-4         : mengolah, menalar, menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak. Terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B.     Kompetensi Dasar
1.1         memperdalam nilai agama yang dianutnya dan menghargai keberagaman agama dengan menjunjung tinggi keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
2.1         menumbuhkan kesadaran individu untuk memiliki sikap gotong royong, tanggungjawab, peduli, (gotong royong, kerja sama, toleran, cinta damai).
2.2         menunjukan sikap toleransi dan empati sosial serta memahami perbedaan dalam masyarakat.
3.3         memahami penerapan konsep dasar konflik sosial yang ada di masyarakat.
4.3         merumuskan strategi dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dan damai serta bisa mengendalikan konflik yang ada di masyarakat.
C.     Indikator
3.3.1        mendeskripsikan penertian konflik sosial.
3.3.2        mendeskrifsikan faktor penyebab dan bentuk-bentuk konflik sosial.
4.3.1    menumbuhkan rasa damai, saling pengertian dan merasa saling memiliki diatas perbedaan.
4        Tujuan Pembelajaran
Setelah peserta didik mengikuti pembelajaran ini diharapkan dapat:
·        Peserta didik dapat mendeskripsikan pengertian konflik sosial.
·        Peserta didik dapat  mendeskrifsikan faktor penyebab dan bentuk-bentuk konflik sosial.
·        Peserta didik dapat menumbuhkan rasa damai, saling pengertian dan merasa saling memiliki diatas perbedaan
5.      Materi Pokok
Ø  Pengertian Konflik Sosial
Ø  Faktor Penyebab konflik sosial menurut Soerjono Soekanto.
Ø  Bentuk-bentuk konflik sosial  menurut Soerjono Soekanto.

6.      Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Rincian kegiatan
Waktu
Pendahuluan
1.      Peserta didik menjawab salam yang diucapkan oleh guru.
2.      Peserta didik dan guru bersama-sama membaca doa.
3.      Peserta didik dicek kehadirannya oleh guru
4.      Peserta didik menyimak penyampaian guru tentang topik yang akan disampaikan.
5.      Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang dikatakan oleh guru.
6.      Guru melakukan apersepsi

5  menit
Kegiatan Inti
Ø  Mengamati
Pesaerta didik mengamati dan memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru melalui Power Point dan Media lainnya.
Ø  Menanya
Peserta didik diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang disampaikan.
Ø  Mengeksplorasi
-         Peserta didik dibagi menjadi 3 kelompok
-         Peserta didik memilih temannya untuk bermain peran sesuai dengan karakternya.
-         Peserta didik memahami skenario yang diberikan oleh guru.
Ø  Mencoba
-         Masing-masing kelompok memainkan drama mini sesuai skenario yang diberikan oleh guru.
Ø  Mengkomunikasikan
1.      Peserta didik menganalisis faktor penyebab konfik sesuai dengan bentuk konflik yang kelompok tampilkan.
2.      Peserta didik mengkomunikasikan di depan teman-temannya.

10 menit
Penutup
1.      Peserta didik bersama guru menyimpulkan
2.      Refleksi dikaitkan dengan kehidupan nyata.


5 menit

7.      Pendekatan/Metode/Model Pembelajaran
Pendekatan Scientific, Model Role Playing
8.      Media, Alat dan Sumber Pelajaran
1.      Media
Skenario, Power Point dan Media Kertas Karton berisi materi konflik.
2.      Alat /bahan
Infokus, laptop, kertas dan peralatan lain untuk menunjang drama.
3.      Sumber belajar
Buku sosiolgi. Buku paket. Kun Maryati, Juju Suryawati. Esis PT. Glora Aksara Pratama. Penerbit Erlangga, jakarta. 2014.
9.      Penilaian
Penilaian proses dan hasil belajar meliputi:
1.      Jenis /teknik penilaian
a.       Penilaian kompetensi sikap: lembar pengamatan/observasi
b.      Penilaian kompetensi pengetahuan:  tes tulis
2.      Bentuk instrumen
(terlampir)




Mengetahui,                                                                  Mengetahui,
Guru Kelas                                                       Kepala Sekolah SMAN 1 Jatiwangi     



LAMPIRAN-LAMPIRAN

A.     MATERI POKOK

Ø  Pengertian Konflik Sosial
Kata konflik berasal dari bahasa Latin configere yang artinya saling memukul. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konflik didefinisikan sebagai percekcokan, perselisihan, dan pertentangan. Dengan demikian secara sederhana, konflik merujuk pada dua hal atau lebih yang berseberangan, tidak selaras, dan bertentangan.
Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai saatu proses sosial  antara dua orang atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkn pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Konflik termasuk interaksi sosial disosiatif.
Ø  Faktor Penyebab Konflik Sosial
Menurut Soerjono Soekanto faktor penyebab konfli sebagai berikut:
1.      Perbedaan Antarindividu
Setiap manusia tentu memiliki pendirian dan perasaan tyang berbeda. Perbedaan pendiria tersebut dapat menjadi faktor penyebab konflik. Perbedaan pandangan dapat menimbulkan rasa amarah, hal itu dapat berlanjut pada perasaaan benci hingga dapat timbul usaha untuk saling menghancurkan.
2.      Perbedaan Kebudayaan
Secara sadar atau tidak , seseorang akna terpengaruh oleh pola-pola pemikiran dan pendirian dari kelompoknya, hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan. Perbedaan kepribadian seseorang tergantung dari pola-pola kebudayaan yang menjadi latar belakang pembentukan da perkembangan kepribadian orang tersebut. Perbedaan kepribadian individu akibat pola kebudayaan yang berbeda tidak jarang  menjadi penyebab terjadinya konflik antar kelompok masyarakat.
3.      Perbedaan Kepentingan
Perbedaan kepentingan antarindividu maupun kelompok merupakan faktor penyebab konflik seperti kepentingan ekonomi (persaingan bisnis), dan persaingan politik (perebutan kekuasaan). Setiap individu memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda-beda dalam melihat dan mengerjakan sesuatu. Begitu pula dengan kelompok memiliki kepentinga yang bebeda-beda seperti kepentingan politik, ekonomi, sosial dan budaya.
4.      Perubahan Sosial
Masyarakat merupakan sekelompok manusia yang terus berubah seiring dengan berkembangnya kebutuhan dan pengetahuan. Perubahan dari masyarakat tradisional ke masyarakat industri, nilai-nilai tradisional seperti gotng-royong  berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan.
Ø  Bentuk-bentuk Konflik Sosial
Menurut Soerjono Soekanto ada lima bentuk khusus konflik atau pertentangan ynag terjadi di masyarakat daintaranya sebagai berikut:
1.      Konflik Prbadi
Konflik ini terjadi antara dua oindividu atau lebih karena perbedaan pandangan dan sebagainya. Biasanya juga timbul karena persoalan benci.
2.      Konflik Rasial
Konflik ini umumnya timbul karena perbedaan ras,  suku, agama, antar golongan. Biasanya konflik ini terjadi dalam masyarakat yang salah satu rasnya menjadi klompok mayoritas. Contoh konfik Suku Madura dan Suku Dayak.
3.      Konflik antara Kelas-kelas Sosial
Konflik ini umumnya disebabkan karena perbedaan kepentingan. Misalnya konflik buruh dan majikan .
4.      Konflik Politik
Konflik ini terjadi akibat adanya perbedaan kepentingan atau tujuan-tujuan politis seseorang atua kelompok. Contoh konflik antarpartai politik.
5.       Konflk Internasional
Konflik ini terjadi karena perbedaan kepentingan yang kemudia berpengaruh pada kedaulatan negara. Sebagai contoh konflik antarnegara.

B.     LEMBAR PENGAMATAN/OBSERVASI

Ø  Lembar pengamatan sikap saat bermain peran
No
Nama
Kegiatan/perilaku


Semangat belajar
Memperhatikan teman yang sedang bermain peran.
Penonton/siswa tidak mengobrol atau melakukan aktivitas lain saat drama dimulai
Tidak membuat kerusuhan
Nilai
Ket
1.







2.







3.










Catatan
a)      Keterangan kolom dalam kegiatan/perilaku
Kegiatan yang dinilai
Uraian
Semangat belajar
Peserta didik memiliki semangat belajar yang tinggi, melihatkan muka yang semangat, tidak cemberut ketika pembelajaran berlangsung
Memperhatikan teman yang sedang bermain peran.
Peserta didik fokus pada penampilan drama yang dimainkan teman-temannya.
Penonton tidak mengobrol atau melakukan aktivitas lain saat drama dimulai
Peserta didik tidak diperkenankan untuk berbincang dengan teman sebangkunya saat pembelajaran di mulai. Peserta didik tidak melakukan aktivitas lain seperti memainkan hp, menggambar dsb.
Tidak membuat kerusuhan
Peserta didik tidak diperkenankan bercanda, jailin teman saat pembelajaran berlangsung

b)      Kolom perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut
1= sangat kurang
2= kurang
3=sedang
4=baik
5=sangat baik
c)      Keterangan diisi dengan kriteria berikut
1.      Nilai 17-20 berarti amat baik
2.      Nilai 13-16 berarti baik
3.      Nilai 9-12 berarti sedang
4.      Nilai 5-8 berarti kurang
5.      Nilai 1-4 berarti sangat kurang
C.     INSTRUMEN TES
1.      Tes Tulis
Mendeskripsikan kembali hasil pengamatan di lingkungan rumah tentang stratifikasi yang mereka temukan. Merujuk pada:
ü  Deskripsikan apa pengertian konflik yang anda ketahui?
ü  Sebutkan 5 konflik yang anda temukan di lingkungan rumah?
ü  Ambil salah satu konflik, dan analisis faktor penyebab konflik dilingkungan sekitar anda? Kaitkan konflik anda dengan bentuk-bentuk konflik menurut Soerjono Soekanto.
D.    Rubrik
Ø  Rubri Keterampilan Bermain Peran
Mata Pelajaran            :........................................
Nama Peserta Didik: ........................................
KRITERIA
SKOR
INDIKATOR
Sesuai karakter aktor
3
Sesuai

2
Kurang sesuai

1
Tidak sesuai
Mimik muka
3
Tepat

2
kurang tepat

1
Tidak tepat
Kejelasan suara
3
Sesuai

2
Kurang sesuai

1
Tidak sesuai
Gestur sesuai dengan karakter aktor
3
Sesuai

2
Kurang sesuai

1
Tidak sesuai
Bermain peran dengan perasaan
3
Serius

2
Kurang serius

1
Tidak serius


Nilai
Ø  Nilai 90-100 berarti amat baik
Ø  Nilai 70-80 berarti baik
Ø  Nilai 50-60 berarti sedang
Ø  Nilai 30-40 berarti kurang
Ø  Nilai 10-20 berarti sangat kurang




Ø  Rubrik Penilaian Tes Tulis
No
Kemampuan
Kualitas peserta didik
Skor
1.       
Peserta didik dapat mendeskripsikan pengertian konflik

10
2.       
Peserta didik dapat menyebutkan 5 konflik yang ada dilingkungan rumahnya.
1.      Menyebutkan 1 (5)
2.      Menyebutkan 2 (10)
3.      Menyebutkan 3 (15)
4.      Menyebutkan 4 (20)
5.      Menyebutkan 5 (25)
25

3.       
Peserta didik dapat menganalisis faktor penyebab konflik menurut Soerjono Soekanto sesuai dengan konflik yang ada di lingkungannya.
1.      Perbedaan individu
2.      Perbedaan kebudayaan
3.      Perbedaan kepentingan
4.      Perubahan sosial
40
4.       
Peserta didik dapat mengaitkan dengan tepat bentuk konflik yang ditemukan sesuai dengan bentuk konflik Soerjono Soekanto.
1.      Konflik pribadi
2.      Konflik rasial
3.      Konflik antar kelas-kelas sosial
4.      Konflik kepentingan
5.      Konflik internasional
25

Total Skor

100



Tidak ada komentar:

Posting Komentar